Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Private Note

Ngopi, Kapasitas dan Loyalitas

Semalam aku bertemu dengan salah satu sahabat dari generasi dua tingkat diatasku, satu tingkatan generasi aku hitung dari 1 periodesasi putaran perkuliyahan normal, empat tahun, jadi setidaknya dia 8 tahun lebih tua dariku. Kita ngopi bareng di sebuah warung kopi yang berada di depan kampus. Kita membicarakan hal-hal sederhana khas bahasan warung kopi. Seperti biasa, aku tidak ingin melewatkan kisah-kisah dari para pendahulu ketika punya kesempatan bertemu.  Demikian juga dengan seniorku yang satu ini, aku bertanya banyak hal seputar perjalananya mengukir sejarahnya di kampus dulu, waktu ia masih aktif berkuliyah dan menjadi mahasiswa yang aktif di luar kampus, sebuah jalan yang sama dengan yang aku pilih sekarang. Seperti yang lain, dia terlihat sangat semangat ketika menceritakan pengalamanya dulu.

Aku Saja!

Rendah,, hina,, tidak bernilai,, Tersungkur dalam lumpur hitam pekat yang kotor Sama sekali kosong.. Bukan,, tapi tidak ada isinya Ahh,, sama saja, meski tidak serupa Hentikan saja!

Sms..

Aku teringat suatu kejadian kecil yang terjadi sudah agak lama ketika teman-temanku menggodai salah satu temanku yang lain menggunakan hp. Klasik memang, karena intinya temanku berpura-pura menjadi seorang cewek yang salah kirim sms. Namun sebagai seorang yang berada dalam posisi netral, karena tidak terlibat sebagai pemain secara langsung, aku menangkap sesuatu yang sepertinya menarik dan menggelitik pikiranku. Ada aturan-aturan yang sangat dipahami salah seorang temanku yang menjadi "pemain" penting dalam kasus tersebut, namanya Wichaksono, pusat oleh-oleh (kebetulan namanya sama dengan nama toko disebelah.red),, hehe. 

Silahkan pilih!

Ada yang agak lucu dan sayang untuk tidak aku abadikan, setidaknya dalam sebuah tulisan, setelah melakukan diskusi kecil dengan seorang sahabat yang waktu itu sedang sakit. Dia mengeluh, dan agak malu, sambil sedikit meringis dengan tangan di perut dan muka yang terlihat pucat dia bilang, “sorry wang, semalem aku enggak bisa datang, aku sakit,, tapi sakitku enggak keren, aku mencret wang”. Hehe, kalimat itu sangat lucu menurutku, bahkan waktu itu aku harus menahan tawa agar tidak terlihat meledak, karena harus menghormati temenku, yang lagi sakit, apalagi sakitnya enggak keren, haha.. ahh, jadi tertawa lagi.

Sedikit lagi,,

Satu persatu “beban” telah terlepas Rasa berat akan beban-beban itupun telah mulai terurai burai Meski setiap dari apa-apa yang telah kita lakukan pasti meninggalkan bekas Dan meski bekas itu kadang dapat bisa menjadi beban baru yang tak kalah beratnya Namun setidaknya aku sekarang telah merasakanya. Hawa, ioni, atmosphere aura atau apalah namanya, yang jelas ia telah kembali Belum semua memang, karena belum terasa sempurna Namun aku- sekali lagi- sudah dapat merasaknya.. Dalam hati aku berucap Aku siap..

Atur Posisi

Matahari sudah hampir bersinar sempurna ketika mata ini terbuka. Meski belum terasa lama tertutup, namun karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, maka aku bangkit dengan agak sempoyongan, sebuah indikasi adanya sesuatu yang tidak tuntas sebelumnya, tidak salah lagi, kurang tidur. Selepas membasuh muka dan diteruskan dengan ritual lain, aku sudah harus menyalakan “si Biru” yang menyimpan hampir semua kerangka kerjaku selama beberapa waktu terahir ini. Tidak tanggung-tanggung memang, tanggung jawab yang harus aku pikul kali ini seperti sesuatu yang asing bagiku. Meski telah banyak terlibat dalam hal yang serupa, namun rasanya berada dalam posisi yang seperti ini,,,  ahh.. tidak terbayangkan sebelumnya.

Paradoks

Hari yang sangat melelahkan, bukan - hanya- dalam arti fisik, namun juga mental. Berat rasanya, apa lagi banyak    yang harus di korbankan, hakku untuk mendapatkan sesuatu, yang sebenarnya merupakan kewajibanku dalam sudut pandang yang lain, harus kurelakan sejenak, namun karena atas nama tanggung jawab, maka bagiku hal ini menjadi suatu kewajiban, tidak boleh tidak. Tanpa menafikan bahwa ada kewajiban-kewajiban yang lain, tapi ketika harus berbenturan, aku fikir, logikanya, sekala prioritas menjadi sesuatu yang mutlak. Semoga semuanya bisa sesuai dengan rencana.. amin

Satu Kesempatan Lagi..

Sekali lagi harus aku akui, bahwa memang sebenarnya aku telah banyak diberi kesempatan. Namun, untuk kesekian kalinya, aku telah menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan lagi, sesal datang tanpa bisa dibendung. Seperti yang sudah-sudah, penyesalan selalu tidak menyenangkan. Tapi apa daya, semuanya, lagi-lagi, telah terjadi. Entah apa yang salah denganku, namun yang jelas memang pasti ada yang salah, dan hampir dapat dipastikan bahwa kesalahan itu murni dariku, tapi bagian apa? diriku yang mana? Kapan? seharusnya seperti apa? Itu yang tidak aku ketahui. Ketika permasalahan ini tidak tuntas, maka sangat mungkin kejadian ini akan terus, dan akan terus selalu berulang.. Bantu aku..!!

Refleksi tahun baru 2011 (bukan judul seminar)

Tahun baru kali ini, 2011 tidak terasa istemiwa bagiku, entah mengapa aku tidak tahu, yang jelas pikiranku tidak tertuju kesitu, aku sedang fokus dan meikirkan hal yang lain. Kembali ke malam pergantian tahun kemaren, aku bahkan tidak pergi kemana-mana. Tanpa kembang api, tanpa kerumunan orang, tanpa suara terompet, tanpa ransel dan tenda dalam dinginya hawa pegunungan seperti tahun lalu. Aku bahkan sudah “mengikrarkan” bahwa aku tidak akan merayakanya bebehari sebelumnya, dan tidak berubah sampai waktunya tiba.

Berubah..

Tetap, setidaknya sampe detik ini.. Belum terlihat adanya tanda-tanda perubahan Perubahan itu, yang selama ini aku tunggu Yang bisa merubah semuanya menjadi 180%, berbalik Namun, spertinya ada yang salah dengan kalimatku itu Aku merasa ada yang mengusik mata dan pikiranku Yah.. itu dia “ perubahan yang aku tunggu” Dalam kalimat itu, terasa aneh Apakah aku harus menunggu datangnya “perubahan” itu? Atau seharusnya aku yang menciptakan perubahan itu??

flashback

Di sini… kembali… kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan dan kuhancurkan adanya Ahir-ahir ini aku sering mendengarkan lirik lagu ini di kamarku, karena memang aku sengaja memutarnya. Sambil baca, nulis , ngetik atau hanya tiduran melepaskan lelah setelah beraktifitas seharian. Selain lagunya memang enak untuk di dengerin , liriknya serasa pas dengan apa yang aku rasakan beberapa hari terahir, setauku memang dua hal itu yang membuat seseorang menyukai sebuah lagu.

Sejarah Baru Ikasmala* Malang

Minggu Pagi itu terasa sangat berbeda dengan minggu-minggu biasanya bagi anggota ikasmala Malang. Ya, hari itu mereka akan melakukan salah satu kegiatan yang bisa dibilang cukup penting dan agak lain jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang selama ini mereka buat. Mengingat selama ini kegiatan ikasmala cenderung lebih didomonasi oleh kegiatan-kegiatan seperti kunjungan dan diskusi di kampus-kampus. Selain itu, lebih pada kegiatan yang sifatnya monumental seperti, buka bersama saat Ramadan, silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri, mengunjungi MTD (malang tempo doeloe.red) dan lain-lain.

Pengalaman dan Pilihan

Banyak sekali peristiwa yang sudah kita alami dalam hidup ini, meskipun kita tidak selalu menyadarinya. Namun apakah peristiwa itu ada pengaruhya atau tidak  terhadap kehidupan kita jelas akan sangat tergantung pada kita juga. Penglaman yang sama dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada orang yang berbeda pula, misalnya ketika ada dua orang melakukan pendakian di sebuah gunung, bisa jadi masing-masing dari mereka dapat menafsirkan pengalamanya dengan sangat berbeda, dan lagi pengaruh atas pengalaman itu bisa juga berbeda, bisa jadi orang (pendaki) yang pertama tadi tidak mau naik gunung lagi setelah pengalaman pertamanya mendaki, namun sebaliknya, orang yang kedua akan sangat mendambakan pendakian-pendakian lain karena merasa sangat tertantang.

Ingatanku

Ingatan.. aku memikirkan kata itu semalaman, iya, ingatan, hanya satu kata. Namun tanpanya, sepertinya kita akan kehilangan banyak sekali hal, sesuatu yang bisa jadi sangat berharga. Dengan ingatan kita bisa merasakan keindahan, keindahan akan cerita, kisah masa lalu, kisah yang pernah kita jalani dalam hidup ini, diantaranya mungkin kisah kita dengan orang-orang special. Dengan mengingat, terkadang kita bisa tersenyum, tertawa, tersipu malu dengan apa yang telah kita perbuat. Namun dengannya kita juga bisa merasa sedih, menangis, atau bahkan tersika dan trauma akan suatu hal yang terekam dalam ingatan kita.

kepompong yang tak kunjung jadi kupu-kupu

aku mulai berfikir untuk berubah, berubah lagi, berubah untuk kesekian kalinya Karena ternyata perubahan sebelumnya tidak memberikanku kepuasan Kepuasan yang ku cari, ku damba selama ini Tapi perubahan model apa lagi? Aku bingung, aku merasa sudah melakukan perubahan-perubahan yang banyak sekali hingga aku tidak sanggup membeda-bedakanya. Namun aku tidak mencapai sedikitpun dari yang aku harapkan Apa yang seharusnya aku lakukan? aku tidak mengerti Apa aku kembali menjadi aku yang dulu saja

Blajar nulis

Oke, aku mulai dengan menuliskan kalimat pertamaku. Kata buku-buku itu, hal terberat untuk memulai menulis adalah memulai dengan kalimat pertama. Aku sudah melaluinya. Sekarang tinggal merangkainya dengan kalimat- kalimat berikutnya. Oke, tetap fokus, mereka bilang, fokus merupakan salah satu faktor penting untuk membuat tulisan yang baik dan juga untuk menjaga agar tulisan tetap pada jalur yang sudah ditentukan. Aku pikir sejauh ini aku masih fokus, dan aku akan berusaha untuk tetap fokus. Oke, selanjutnya adalah pengembangan kalimat.