Skip to main content

Sunyi diri

Titik-titik kecil butiran air berjatuhan 
Jatuh dari langit hitam yang tak berteman
Sendiri dalam pekat dan luas
Sepi,, sunyi,, dingin
Hanya titik-titik air dan angin kecil berwajahkan ranting pohon dan dedaunan
Menyusup dalam tulang, menyeruak masuk tanpa izin
Aku menggigil, nafasku memburu
Selimut dan sarung tak lagi berarti
Sia-sia, belaka
Mata dan rasa sudah tak lagi sejalan
Tatapanku tetap, ciut dan kaku
Sedang rasaku sudah jauh melampauinya
menembus batas realita

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sms..

Aku teringat suatu kejadian kecil yang terjadi sudah agak lama ketika teman-temanku menggodai salah satu temanku yang lain menggunakan hp. Klasik memang, karena intinya temanku berpura-pura menjadi seorang cewek yang salah kirim sms. Namun sebagai seorang yang berada dalam posisi netral, karena tidak terlibat sebagai pemain secara langsung, aku menangkap sesuatu yang sepertinya menarik dan menggelitik pikiranku. Ada aturan-aturan yang sangat dipahami salah seorang temanku yang menjadi "pemain" penting dalam kasus tersebut, namanya Wichaksono, pusat oleh-oleh (kebetulan namanya sama dengan nama toko disebelah.red),, hehe. 

Sejarah Baru Ikasmala* Malang

Minggu Pagi itu terasa sangat berbeda dengan minggu-minggu biasanya bagi anggota ikasmala Malang. Ya, hari itu mereka akan melakukan salah satu kegiatan yang bisa dibilang cukup penting dan agak lain jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang selama ini mereka buat. Mengingat selama ini kegiatan ikasmala cenderung lebih didomonasi oleh kegiatan-kegiatan seperti kunjungan dan diskusi di kampus-kampus. Selain itu, lebih pada kegiatan yang sifatnya monumental seperti, buka bersama saat Ramadan, silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri, mengunjungi MTD (malang tempo doeloe.red) dan lain-lain.