Skip to main content

Bahasa, Sastra dan Keindahan

Ketepatan dalam menggunakan bahasa akan sangat membantu tersampaikanya sebuah pesan secara maksimal, begitu juga sebaliknya, ketika bahasa yang digunakan itu kurang - atau bahkan tidak - tepat, maka pesan yang disampaikan akan - bisa jadi - berbeda dengan apa yang sebenarnya dimaksudkan. Tidak terlalu sulit memang untuk memilih bahasa yang  mudah dan dapat dipahami orang lain, meski kadang ada beberapa orang yang merasa kesulitan dalam hal ini.


Namun dalam konteks yang lain, ketika sebuah pesan –harus - disampaikan melalui sastra, maka akan ada banyak sekali pertimbangan, pertimbangan untuk tidak menggunakan bahasa yang mudah dipahami kebanyakan orang.  Salah satu yang menjadi pertimbangan penting, ketika sebuah pesan disampaikan melalui bahasa sastra adalah sebuah KEINDAHAN, keindahan yang meski tidak universal, namun – bagi sebagian orang- biasanya akan menjadi sangat kuat dan mampu mengalahkan keindahan-keindahan dalam dimensi yang lain. Maka, seringkali, bahasa yang digunakan dalam sebuah sastra adalah bahasa yang tidak biasa.

Ada beberapa hal yang menjadikan bahasa terlihat seperti tidak biasa, Pertama, pilihan kata yang dipilih adalah kata-kata yang tidak umum atau jarang digunakan, yang mungkin sebagian orang tidak tau maknanya, dan kalaupun sebenarnya sebuah kata itu umum, namun ketika di letakkan dalam konteks bahasa yang tidak biasa, maka kata itu akan menjadi tidaka biasa. Yang kedua, susunan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan juga tidak umum seperti ketika menggunakan bahasa non sastra, susunanya bisa terbalik, terkesan tidak nyambung, susah di fahami dll, namun itulah sastra, yang denganya, bahasa menjadi lebih indah. 

Comments

Popular posts from this blog

Sms..

Aku teringat suatu kejadian kecil yang terjadi sudah agak lama ketika teman-temanku menggodai salah satu temanku yang lain menggunakan hp. Klasik memang, karena intinya temanku berpura-pura menjadi seorang cewek yang salah kirim sms. Namun sebagai seorang yang berada dalam posisi netral, karena tidak terlibat sebagai pemain secara langsung, aku menangkap sesuatu yang sepertinya menarik dan menggelitik pikiranku. Ada aturan-aturan yang sangat dipahami salah seorang temanku yang menjadi "pemain" penting dalam kasus tersebut, namanya Wichaksono, pusat oleh-oleh (kebetulan namanya sama dengan nama toko disebelah.red),, hehe. 

Sejarah Baru Ikasmala* Malang

Minggu Pagi itu terasa sangat berbeda dengan minggu-minggu biasanya bagi anggota ikasmala Malang. Ya, hari itu mereka akan melakukan salah satu kegiatan yang bisa dibilang cukup penting dan agak lain jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang selama ini mereka buat. Mengingat selama ini kegiatan ikasmala cenderung lebih didomonasi oleh kegiatan-kegiatan seperti kunjungan dan diskusi di kampus-kampus. Selain itu, lebih pada kegiatan yang sifatnya monumental seperti, buka bersama saat Ramadan, silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri, mengunjungi MTD (malang tempo doeloe.red) dan lain-lain.