Sekali lagi harus aku akui, bahwa memang sebenarnya aku telah banyak diberi kesempatan. Namun, untuk kesekian kalinya, aku telah menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan lagi, sesal datang tanpa bisa dibendung. Seperti yang sudah-sudah, penyesalan selalu tidak menyenangkan. Tapi apa daya, semuanya, lagi-lagi, telah terjadi. Entah apa yang salah denganku, namun yang jelas memang pasti ada yang salah, dan hampir dapat dipastikan bahwa kesalahan itu murni dariku, tapi bagian apa? diriku yang mana? Kapan? seharusnya seperti apa? Itu yang tidak aku ketahui. Ketika permasalahan ini tidak tuntas, maka sangat mungkin kejadian ini akan terus, dan akan terus selalu berulang.. Bantu aku..!!
Aku teringat suatu kejadian kecil yang terjadi sudah agak lama ketika teman-temanku menggodai salah satu temanku yang lain menggunakan hp. Klasik memang, karena intinya temanku berpura-pura menjadi seorang cewek yang salah kirim sms. Namun sebagai seorang yang berada dalam posisi netral, karena tidak terlibat sebagai pemain secara langsung, aku menangkap sesuatu yang sepertinya menarik dan menggelitik pikiranku. Ada aturan-aturan yang sangat dipahami salah seorang temanku yang menjadi "pemain" penting dalam kasus tersebut, namanya Wichaksono, pusat oleh-oleh (kebetulan namanya sama dengan nama toko disebelah.red),, hehe.
Comments
Post a Comment